MAKALAH
RUANG LINGKUP ADMINISTRASI PENDIDIKAN DI SD
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas
kelompok pada mata kuliah
Administrasi dan supervisi pendidikan
Dosen Pembimbing : Drs. Abu darwis, M.Pd.
OLEH : KELOMPOK VI
KELAS D 22.A
KHUSNUL KHATIMAH
(1247240005)
VINA ANIZA MEYRANI (1247240010)
MUHARRAM (1247141034)
WILDASARI ASTUTIANA (1247241009)
UMI ANGRAENI (1247240021)
RAMLAN. T (1247240025)
PGSD UPP WATAMPONE
FAKULTAS ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI
MAKASSAR
OKTOBER 2013
KATA
PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas berkat rahmat dan
hidayah-Nyalah sehingga makalah ini dapat terselesaikan pada waktunya.
Dalam penulisan makalah ini tidak
sedikit hambatan yang dilalui penulis, namun berkat bantuan dari berbagai pihak
hambatan tersebut dapat teratasi dengan baik sehingga makalah ilmiah ini dapat
terselesaikan.
Atas dasar tersebut,
perkenankanlah penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang setulusnya kepada:
1.
Bapak Drs. Abu darwis, M.Pd. selaku Dosen
Pembimbing makalah ini.
2.
Orang tua dan
seluruh keluarga yang telah memberikan dukungan yang tak terhingga kepada penulis.
3.
Rekan-rekan
mahasiswa yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan makalah ini.
Semoga makalah ilmiah ini dapat
memberikan sumbangan pengetahuan dan bermanfaat di dunia pendidikan. Dan
penulis menyadari makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu,
segala kritikan dan saran yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan untuk
kesempurnaan makalah ini.
Watampone, Oktober 2013
|
ii
|
Halaman
KATA PENGANTAR ........................................................................................... ii
DAFTAR ISI............................................................................................................ iii
BAB
I PENDAHULUAN................................................................................. 1
A.
Latar Belakang
Masalah........................................................................ 1
B.
Rumusan Masalah................................................................................... 2
C. Tujuan penulisan .................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN.................................................................................. ....3
A. Bidang
administrasi kurikulum............................................................... 3
B. Bidang
administrasi kesiswaan............................................................... 10
C. Bidang
administrasi personal sekolah..................................................... 6
D. Bidang
administrasi keuangan sekolah................................................... 6
E.
Bidang administrasi material................................................................... 6
F.
Bidang administrasi gedung sekolah...................................................... 6
G. Hubungan
sekolah dan masyarakat......................................................... 6
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN.............................................................. 12
A. Kesimpulan............................................................................................. 12
B. Saran....................................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................. 29
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Administrasi
pendidikan merupakan proses keseluruhan dari segala kegiatan-kegiatan bersama
yang harus dilakukan oleh semua pihak yang ada sangkut pautnya dengan
tugas-tugas pendidikan.
Administrasi pendidikan juga sering diistilahkan dengan
administrasi sekolah dan administrasi itu sendiri mencangkup pengaturan, proses
belajar mengajar, kesiswaan, personalia, peralatan pengajaran, gedung dan perlengkapan, keuangan
serta humas atau hubungan dengan masyarakat yang ini semua merupakan cangkupan
dari administrasi pendidikan.
Berdasarkan uraian diatas maka dapat
disimpulkan bahwa administrasi pendidikan di sekolah dasar sangat penting,
terlebih lagi mengenai ruang lingkup administrasi pendidikan di sekolah dasar
agar proses administrasi disekolah tersebut dapat tertata dengan baik. Oleh Karena
itu, melalui makalah ini penulis berusaha memaparkan ruang lingkup administrasi
pendidikan agar hal ini dapat kita ketahui dengan jelas.
B.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar
belakang diatas maka penulis memiliki rumusan masalah yaitu apa saja
ruang lingkup administrasi pendidikan di SD.
|
1
|
C.
Tujuan
penulisan
Berdasarkan rumusan
masalah diatas maka penulis memiliki tujuan yang ingin dicapai yaitu untuk
mengetahui ruang lingkup administrasi pendidikan di SD.
BAB II
PEMBAHASAN
RUANG LINGKUP ADMINISTRASI PENDIDIKAN DI SD
Ruang lingkup administrasi pendidikan meliputi tujuh
bidang garapan. Ketujuh bidang garapan tersebut
garis besarnya adalah sebagai berikut:
a. Bidang Administrasi Kurikulum
(Pengajaran)
b. Bidang Administrasi Kesiswaan (Murid)
c. Bidang Administrasi Personal Sekolah
d. Bidang
Administrasi Keuangan Sekolah
e. Bidang
Administrasi Mateial (Perbekalan)
f. Bidang Administrasi Gedung Sekolah, dan
g. Hubungan Sekolah dan Masyarakat.
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang
masing-masing bidang administrasi tersebut di atas, dibawah ini dijelaskan
masing-masing dari ketujuh ruang lingkup tersebut.
A. BIDANG ADMINISTRASI KURIKULUM (PENGAJARAN)
|
3
|
Pada pokoknya, administrasi kurikulum
(pengajaran) dalam pelaksanaannya meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
1. Kegiatan yang berhubungan dengan tugas
guru
Guru berfungsi
selaku pengelola PBM dan berfungsi pula selaku pembantu kepala sekolah dalam
pelaksanaan sebagian tugas-tugas administrasi. Dalam rangka administrasi
kurikulum, ada beberapa kegiatan pokok yang perlu dilaksanakan sehubungan dengan tugas guru adalah:
a.
Pembagian tugas (beban mengajar) guru.
b.
Penyusunan jadwal kegiatan guru.
c.
Pengaturan bimbingan guru terhadap
kegiatan murid-murid.
d.
Penyusunan rencana mengajar guru
e.
Penyusunan persiapan mengajar harian sesuai bidang studi masing-masing.
f.
Pelaksanaan tugas-tugas pembinaan
kegiatan ekstra kurikulum.
g.
Pencatatan kegiatan hasil belajar
mengajar.
h.
Penyusunan laporan kegiatan guru sesuai
dengan tugasnya.
|
4
|
2.
Kegiatan yang berhubungan dengan tugas murid
Murid sebagai subyek pendidikan
mempunyai hak dan kewajiban serta tugas-tugas tertentu baik intra maupun ekstra
kurikuler. Ia mempunyai hak yang sama dalam menggunakan segala fasilitas
pendidikan yang ada di sekolah, untuk memperoleh pelayanan edukatif atau instruksional
maupun pelayanan administratif bila
diperlukan. Tetapi ia juga mempunyai kewajiban untuk mentaati segala aturan
yang berlaku di sekolah, baik aturan akademik maupun aturan administratif
dengan konsekuensinya, serta kewajiban mengikuti pendidikan dan pengajaran di
sekolah sesuai dengan haknya masing-masing.
3.
Kegiatan yang berhubungan dengan PBM
Telah dijelaskan terlebih dahulu bahwa
seluruh administrasi kurikulum pada hakekatnya diarahkan pada usaha-usaha
pembinaan situasi belajar mengajar yang lebih baik. Kegiatan-kegiatan
pokok yang berhubungan dengan PBM tersebut
meliputi antara lain sebagai berikut :
a. Penyusunan program pengajaran tahunan
atau semesteran
|
5
|
b. Penyusunan jadwal pelajaran
Dalam penyusunan jadwal pelajaran di
sekolah perlu dipertimbangkan atau diperhatikan beberapa hal sebagai berikut:
(a) Alokasi jam pelajaran harus sesuai
dengan target kurikulum yang ingin dicapai (ditargetkan).
(b) Jumlah jam pelajaran harus seimbang
untuk setiap bidang studi/ mata pelajaran perhari/minggu.
(c) Urutan waktu yang tepat sesuai dengan
berat-ringannya bidang studi/mata pelajaran yang dibinanya.
(d) Penyusunan tugas guru (alokasi waktu mengajar) perlu memper-timbangkan
sistem guru, sistem mata pelajaran dan sistem PBM yang dianut oleh sekolah.
(e) Pembagian tugas mengajar guru pada
setiap bidang studi/mata pelajaran harus
diperhatikan pula keahlian dan kewenangan masing-masing guru.
(f) Perangkapan mata pelajaran dan
pengalaman bertugas bagi setiap guru.
Untuk menyusun suatu jadwal pelajaran,
yang perlu dipertimbangkan adalah beberapa syarat utama sebagai berikut:
|
6
|
(b) Mengeluarkan tenaga jasmani pada waktu
teriknya matahari membawa banyak kesulitan, karena itu mata pelajaran olahraga
sebaiknya diberikan pada pagi hari (untuk praktek).
(c) Siang hari sebaiknya murid-murid
diberikan mata pelajaran yang agak santai untuk membangkitkna kegembiraan dan
semangat belajarnya.
(d) Perhatikan waktu selingan, jangan tiga
jam berturut-turut berfikir dalam matematika, tetapi kegiatan yang baik selalu
tidak boleh lebih dari tiga jam, kalau satu jam rasanya terlalu singkat.
(e) Perhatikan jadwal pelajaran disamping
kelas lain, jangan sama-sama menarik suara, karena akan saling mengganggu.
c. Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar
Pelaksanaan belajar mengajar harus
mencerminkan komunikasi dua arah, tidak semata-mata merupakan pemberian
informasi searah dari pihak guru tanpa mengembangkan kemampuan mental, fisik
dan penampilan siswa. Proses belajar mengajar hendak mengacu kepada bagaimana siswa
belajar selain kepada apa yang dipelajari untuk mendapatkan mengolah, menilai,
menggunakan dan mengkomunikasikan perolehannya (hasil belajar).
d. Pengisian Daftar
Laporan Kemajuan Belajar Siswa
|
7
|
e. Penyelenggaraan Evaluasi Hasil Belajar (Achievement test)
Evaluasi hasil belajar bertujuan untuk mendapatkan umpan
balik bagi guru tentang sejauhmana tujuan instruksional telah tercapai. dengan
demikian dapat ditetapkan langkah-langkah dan cara mengajar bagaimana yang perlu
diperbaiki atau ditingkatkan pelaksanaannya.
Usaha untuk
mengetahui kemampuan (penguasaan) dan perubahan dari berbagai kegiatan belajar
siswa dapat dilakukan beberapa jenis evaluasi yaitu evaluasi formatif, evaluasi diagnosis, dan evaluasi sumatif. Menurut jenisnya,
tes dapat dibagi atas tes essay dan tes
objektif. disebut tes essay karena siswa diminta menjawab pertanyaan-pertanyaan
dengan menguraikan/menerangkan pendapat-nya dalam bentuk ceritera. Sedangkan
objek tes, dimaksudkan agar siswa memperoleh penilaian secara objektif dari
guru.
4.
Kegiatan ekstra kulikuler
|
8
|
Melalui kegiatan ekstra kulikuler ini
siswa paling banyak memperoleh pengalaman belajar dari kurikulum tersembunyi
dengan melalui berbagai kegiatan seperti: kegiatan pramuka, palang merah
remaja, lomba penelitian ilmiah remaja (LPIR), UKS dan dokter kecil, kegiatan
bakti sosial, olahraga prestasi (rekreasi), cinta alam dan lingkungan, patroli
keamanan sekolah, koperasi sekolah, peringatan hari-hari besar dan sebagainya.
5.
Kegiatan pelaksanaan EBTA
Kegiatan pelaksanaan EBTA (evaluasi
belajar tahap akhir) adalah kegiatan akhir tahun ajaran untuk mengevaluasi
hasil kegiatan instruksional selama siswa mengikuti pendidikan di sekolah. Pelaksanaan
EBTA dilakukan serentak oleh semua sekolah dan melibatkan hampir semua guru dan
merupakan pertanggungjawaban akhir dari sekolah terhadap hasil pendidikannya.
Tinggi rendahnya keberhasilan yang dicapai merupakan barometer terhadap nilai
sekolah tersebut dalam pelaksanaan kurikulum. EBTA diikuti oleh seluruh siswa
yang berada pada tahap akhir (tingkat terakhir) dari suatu sekolah tertentu,
yang pelaksanaannya diatur secara terpusat berdasarkan petunjuk dan tata tertib
yang dikeluarkan oleh departemen pendidikan.
6. Kegiatan pelaksanaan Bimbingan dan
Konseling (BP)
|
9
|
B. Bidang Administrasi Kesiswaan (Murid)
Administrasi kesiswaan masalahnya
dititik beratkan pada simurid itu sendiri, yaitu mengenai hak dan
kewajibannya mulai dari sejak ia
diterima sebagai murid di suatu sekolah mengikuti pelajaran hingga ia tamat
atau keluar dari sekolah itu. Murid adalah merupakan bagian dari sekolah dan pula bagian dari masyarakat,
karena itu murid adalah milik sekolah dan masyarakat. Karena murid adalah milik dari kedua lingkungan tersebut,
maka ia mempunyai hak dan kewajiban
sebagai anggota dari lingkungan sekolah
dan juga anggota dari lingkungan masyarakat. Sebagai anggota masyarakat sekolah
maka murid mempunyai hak untuk memperoleh pendidikan dan pengajaran, mempunyai
hak untuk mempergunakan segala fasilitas yang tersedia di sekolah, mempunyai
hak untuk memperoleh bimbingan serta mempunyai hak untuk mengikuti kegiatan-kegiatan
yang dilakukan di sekolah maupun di
masyarakat.
|
10
|
Administrasi kesiswaan (murid) yang
kita telah uraikan di atas, persoalannya dimulai dari sejak pertama kali murid
masuk sekolah, mengikuti pelajaran hingga ia tamat di sekolah itu. Dalam
hubungan itu, sekolah perlu
melakukan beberapa kegiatan dalam bidang administrasi kesiswaan ini guna
menciptakan suasana dan kondisi sekolah yang lebih sukses. Kegiatan tersebut
antara lain sebagai berikut:
1.
Kegiatan penerimaan siswa baru
Penerimaan siswa adalah kgiatan awal
dan pertama bagi suatu lembaga pendidikan (sekolah). Dengan berpedoman pada
kebijaksanaan pemerintah tentang prinsip pemerataan dan pemberian kesempatan
belajar seluas mungkin bagi anak usia sekolah (SD, SMP, dan SMTA)
2.
Seleksi calon siswa
Seleksi dilakukan untuk memilih calon
siswa yang memenuhi syarat diterima dan siswa yang perlu dipertimbangkan untuk
ditolak penerimaannya sebagai siswa di sekolah tersebut. Seleksi
diadakan apabila tidak semua calon siswa yang mendaftar dapat ditampung, karena
jumlah yang mendaftar lebih banyak dibanding dengan yang seharusnya diterima.
|
11
|
3.
Persiapan dan Pelaksanaan Tes
Persiapan tes yang penting adalah
penyusunan dan penyediaan bahan tes, pengaturan jadwal, ruangan, tempat duduk,
pengamat dan penginterview (untuk tes lisan), serta penyusunan tata tertib dan
kriteria penilaian yang digunakan.
Pelaksanaan
tes, meliputi penyediaan dan pembagian alat tes, pengawasan, tata tertib tes
dan pengumpulan hasil-hasil tes. Penentuan calon siswa yang diterima dengan
mengadakan pemeriksaan tes, pemberian nilai tes, dan penentuan urutan
hasil tes (ranking).
4.
Pengumuman calon siswa yang diterima
Pengumuman hasil tes selambat-lambatnya
dua minggu sesudah berakhirnya tes, kecuali
ada ketentuan lain maka dapat diadakan penundaan selama waktu tertentu.
Pengumuman dapat dilakukan melalui papan pengumuman, melalui media surat kabar,
TV, radio, atau pemberitahuan langsung
kepada yang bersangkutan.
5. Pendaftaran calon siswa yang lulus tes
|
12
|
C.
BIDANG ADMINISTRASI PERSONIL
Yang Dimaksud dengan
personil ialah orang-orang melaksanakan sesuatu tugas untuk mencapai tujuan.
Melihat bidang tugas masing-masing personil yang ada di sekolah, maka dapat
dikelompokkan atas dua golongan personil, yaitu personil yang bertugas dalam
bidang edukatif (guru-guru) dan personil yang bertugas dalam bidang
administratif (tenaga administrasi = tenaga tata usaha sekolah). Dalam arti
luas, personil sekolah meliputi semua unsur yang terlibat dalam proses pengelolaan
pendidikan di sekolah, yang teridiri dari: Kepala Sekolah, guru-guru, karyawan
tata usaha, tenaga kependidikan (BK, Pustakawan, Laboran, ahli media,
Supervisor, para perencana pendidikan, ahli kesehatan, dsb.), pesuruh, penjaga
sekolah, bahkan murid-murid yang belajar di sekolah itu.
Kepala sekolah
selaku administrator, wajib menggunakan seluruh personil yang ada secara
efektif dan efisien agar tujuan penyelenggaraan pendidikan di sekolah dapat
tercapai seoptimal mungkin. Pendayagunaan ini ditempuh dengan jalan memberikan
tugas-tugas jabatan sesuai dengan kemampuan dan kewenangan masing-masing
personil. Karena itu, adanya job description yang jelas sangat diperlukan oleh
setiap personil sekolah.
|
13
|
Di dalam proses
administrasi personil, umunya dikenal beberapa kegiatan yang sering
dilaksanakan diberbagai unit organisasi (kantor atau sekolah), yaitu sebagai
berikut:
1. Recruitment
2. Seleksi
3. Pengangkatan dan Penempatan
4. Orientasi
(Induksi)
5. Bimbingan dan Pengarahan
6. Kesejahteraan
7. Evaluasi
8. Kenaikan Pangkat dan gaji Berkala
9. Pemberhentian dan Pensiun
D.
BIDANG ADMINISTRASI KEUANGAN
|
14
|
Sehubungan dengan masalah keuangan
tersebut, maka sekolah-sekolah harus menyediakan dan menyediakan pengadaan
tenaga pengelola keuangan yang trampil yang dapat menangani masalah pembukuan
keuangan sekolah tersebut. Keuangan sekolah harus ditata atau diatur sedemikian
rupa oleh kepala sekolah sehingga dapat memberikan jaminan atas keamanan dan
ketelitian dalam penerimaan maupun pengeluaran. Hal ini berkaitan dengan
berbagai alat atau kegiatan ketatausahaan keuangan yang perlu ada pada setiap
sekolah.
1.
Proses penyusunan anggaran (budgeting)
Perencanaan anggaran untuk suatu
sekolah harus disusun dan diusahakan dapat menampung seluruh program dan
kegiatan yang memerlukan pembiayaan, baik menyangkut kegiatan rutin maupun
kegiatan pembangunan (proyek). Perencanaan anggaran disusun dengan berdasarkan
mata anggaran yang bersumber dari APBN maupun dari APBD. Anggaran untuk satu
tahun diselenggarakan penggunaan dan pengelolaan dalam tahun yang bersangkutan,
yang bergerak dari bulan April sampai dengan bulan Maret tahun berikutnya
secara sambung menyambung (bergelinding).
|
15
|
2. Mengerjakan
pembukuan (Accounting)
Pengurusan masalah
keuangan adalah sangat rumit dan sulit (kompleks). Karena itu seorang
bendaharawan sekolah perlu adanya tata administrasi keuangan yang memadai dalam
hal penerimaan, penyimpanan, pengeluaran dan mempertanggung jawabkan uang tersebut.
Untuk menghindari terjadinya penyelewengan atau penyalahgunaan keuangan, maka
administrasinya bersifat khas dan tidak boleh dicampur adukkan dengan lain baik
antara uang untuk pos yang satu dengan pos yang lain maupun antara pengurusan
keuangan dengan pengurusan yang lainnya. Untuk menjaga keamanan keuangan, maka
ada beberapa instruksi khusus yang perlu diperhatikan, antara lain:
(a) Setiap penerimaan dan pengeluaran
segera dibukukan tepat pada saat yang tersebut dimasukkan atau dikeluarkan.
(b) Setiap penerimaan atau pengeluaran
harus disertai tanda bukti penerimaan
atau pengeluaran yang sah di atas materai.
(c) Setiap halaman
buku kas harus diberi nomor dan diparaf oleh pemegang keuangan.
(d) Kesalahan-kesalahan dalam buku kas
tidak boleh dihapus, tetapi harus dicoret atau digaris kesalahan tersebut dan
dibubhi paraf.
(e) Buku kas dibuka dan ditutup pada setiap
akhir bulan atau tahun anggaran meskipun tidak ada penerimaan dan pengeluaran,
dan sebagainya.
|
16
|
3.
Pemeriksaan keuangan (Auditing)
Pekerjaan bendaharawan adalah
menyangkut uang atau kekayaan negara, maka pekerjaan tersebut termasuk
pekerjaan yang sangat peka, sehingga setiap saat keadaannya harus selalu siap diperiksa dan keadaannya selalu
cocok dengan kenyataannya. Untuk menjaga keseimbangan dan kesesuaian yang penggunaan keuangan
sekolah, maka kepala sekolah harus menggunakan waktu untuk mengadakan kontrol
setiap saat terutama penggunaannya, hal ini dimaksud untuk menghindari
penggunaan-penggunaan keuangan yang tidak pada tempatnya, dimana kadang-kadang
terjadi penyalahgunaan atau penyelewengan karena penempatan atau penyaluran
yang salah pemeriksaan keuangan dilakukan setiap saat oleh aparat pengawas baik dari pusat maupun daerah seperti telah
dijelaskan di atas, yaitu dari DPKN, KPN, BPK, Inspektorat Jenderal,
Inspektorat Daerah, pimpinan proyek, kepala sekolah (intern) dan mungkin juga aparat tersebut di atas sebagai suatu
tim khusus, dan sebagainya.
E.
BIDANG ADMINISTRASI MATERIAL
(PERBEKALAN)
Administrasi materil (perbekalan)
diartikan sebagai usaha pelayanan dalam bidang material dan fasilitas kerja
lainnya bagi personil dalam satuan kerja di lingkungan suatu organisasi guna
meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja, alat perbekalan (material) yang dikelola dalam bidang
administrasi material pada garis besarnya dapat dikelompokkan atas dua golongan
sebagai berikut:
|
17
|
a.
Alat-alat perlengkapan (benda) yang
habis terpakai
yaitu peralatan yang
dapat habis dalam waktu relatif singkat bilamana diper-gunakan, misalnya,
kertas, kapur tulis, karbon, tinta, dan sebagainya. Barang, benda atau peralatan
yang habis terpakai tersebut dapat berarti:
(a) Benar-benar habis atau musnah setelah
dipergunakan, seperti bensin, bahan-bahan kimia, kapur tulis, dll.
(b) Berubah sifatnya dan bentuknya bila
dipergunakan seperti kayu besi, plastik,
rotan, spon, karton manila, dsb yang dipergunakan dalam mata pelajaran
keterampilan/praktek, sehingga barang tersebut berubah sifatnya dan bentuknya.
(c) Berubah sifatnya sehingga tidak dapat
dipergunakan lagi untuk keperluan yang sama seperti karbon, pita mesin ketik,
lampu balon, kertas dalam berbagai bentuk, tip eks, karton sheet, bola
volly, bola kaki, dan lain-lain.
b. Alat perlengkapan (benda) yang tahan lama
yaitu dapat dipergunakan terus menerus
dalam jangka waktu yang cukup, misalnya meja kerja/belajar, bangku/kursi, papan
tulis, alat-alat peraga, kendaraan bermotor, mesin ketik, buku-buku pelajaran
(buku tes), dan sebagainya.
|
18
|
F.
BIDANG ADMINISTRASI GEDUNG SEKOLAH
|
19
|
Sebuah gedung sekolah bukanlah sekedar
tempat murid-murid belajar mencari dan mendapatkan ilmu pengetahuan, tetapi
disediakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat
akan pendidikan anaknya yang tidak hanya didewasakan dari aspek
intelektualnya tetapi dalam seluruh aspek kepribadiannya yang unik yang sesuai
dengan tahap perkembangan dan kebutuhan belajar anak-anak itu sendiri.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mendesak dan menggeser cara
berpikir para ahli untuk memikirkan tempat belajar yang paling praktis dan
efisien. Diperkirakan pada masa-masa akan datang tempat belajar seperti sekolah
tidak lagi menjadi pusat perhatian lebih praktis adalah belajar langsung di
tempat mana mereka bekerja (bekerja di tempat kerja). Alasan ini dikemukakan
karena sekolah dianggap tidak mampu menyediakan kondisi pelajar yang memadai,
baik tempat belajar, ruang belajar maupun fasilitas atau alat perlengkapan
belajar yang menarik minat dan perhatian
anak untuk belajar bagaimana ia belajar. Sekolah hanya menyediakan
tempat bagi berlangsungnya wajib belajar, untuk itu, diperkirakan beberapa cara
yang terbaik yang dapat dipakai dalam
perencanaan gedung sekolah sebagai alternatif, yaitu:
(a) Syarat keamanan dan kesehatan
lingkungan dimana sekolah itu dibangun.
(b) Persesuaian dengan kurikulum dan kebutuhan akan kegiatan
belajar murid-murid sesuai dengaan tahap pekembangannya.
|
20
|
(d) Gedung sekolah sebaiknya tidak
didirikan ditempat yang sepi jauh dari kehidupan dan tidak pula ditempat yang
penuh keramaian masyarakat dan lingkungan fisik lainnya yang mengganggu
kehidupan sekolah.
(e) Tersedianya air yang bersih (bebas dari
kotoran) dan tempat pembuanagan kotoran (sampah) dan kotoran manusia sehingga
diperlukan pula kamar kecil (WC) di setiap sekolah atau kelas dengan
perbandingan 1:50 untuk pria 1:30 untuk wanita.
(f) Memenuhi persayaratan cahaya (penerangan)
dan warna
(g) Bentuk keseluruhan gedung harus indah
dan menarik sesuai dengan keadaan sekitarnya.
(h) Bentuk sekolah sebaiknya terbuka,
misalnya dengan bentuk seperti huruf I,
L, H, U, E, F, T, dan hindari bentuk sekolah seperti huruf O, karena kemungkinan
akan mengalami kesulitan bagi pengembangannya dimasa-masa mendatang.
(i) Konstruksi gedung sekolah harus kuat
daya tahannya, menjamin keselamatan penghuninya dan mudah untuk dibersihkan.
(j) Gedung sekolah harus dibangun diatas
tanah yang luas, datar, tidak berbecek atau lumpur, dengan memperhatikan jenis
program pendidikan yang akan dilaksanakan dan faktor pertambahan jumlah murid
(anak usia sekolah) yang akan mendatang.
|
21
|
(l) Ruang sekolah yang baik harus tersedia
berbagai perabot sekolah yang dibutuhkan,
baik untuk murid-murid maupun untuk guru-guru dan pegawai tata usaha.
(m) Gedung sekolah yang baik selalu
terpelihara baik kebersihan, keindahan, kesehatan maupun keamanannya sehingga
penyeleng-garaan pendidikan dapat berlangsung secara efektif dan efisien sesuai
dengan kebutuhan sekolah dan masyarakat.
G. HUBUNGAN SEKOLAH DAN MASYARAKAT
Kegiatan hubungan sekolah dan masyarakat
adalah aktivitas yang bertujuan untuk
menciptakan kerjasama yang harmonis antara sekolah sebagai lembaga pendidikan
dengan masyarakat untuk memperoleh simpati dan dukungan serta saling pengertian
yang sebaik-baiknya dari masyarakat.
1.
Kecenderungan hubungan.
Mengapa sekolah
perlu berhubungan dengan masyarakat?
|
22
|
Hubungan antara
sekolah dan masyarakat sesuai kecenderungan dan kebutuhan itulah memungkinkan
sekolah dapat mengadakan perubahan-perubahan dalam mengembangkan kepribadian
dan sosial anak melalui pengalaman-pengalaman belajar dibawah bimbingan
sekolah, baik didalam maupun diluar sekolah. Perubahan dalam pendidikan semacam
inilah mengharuskan sekolah mengintegrasikan diri bersama masyarakat,
pemerintah dan keluarga (orang tua) sama-sama bertanggungjawab dalam hal
pembinaan pendidikan.
Kecenderungan
hubungan ini menurut ELSBREE, ada 3 penyebabnya, yaitu: (1) Faktor perubahan
sifat, tujuan dan metode mengajar di
sekolah; (2) Faktor tuntutan akan perubahan-perubahan dalam pendidikan di
sekolah dan perlunya bantuan masyarakat terhadap sekolah, dan (3) Faktor
berkembangnya ide demokrasi bagi masyarakat terhadap pendidikan.
2.
Tujuan hubungan sekolah - mayarakat
a. Untuk mewujudkan kerjasama dan tanggung
jawab bersama dalam pendidikan antara sekolah, masyarakat dan keluarga pada
umunya.
b. Untuk mengembangkan, membina pengertian
masyarakat tentang semua aspek, bidang pelaksanaan tugas atau program-pogram
pendidikan di sekolah.
c. Memperoleh partisipasi, dukungan dan bantuan secara konkrit
dari masyarakat.
|
23
|
e. Untuk memajukan
kualitas belajar dan pertumbuhan anak, maka keikutsertaan masyarakat dalam
berbagai kegiatan sekolah member sumbangan yang besar bagi keberhasilan pendidikan
anak.
f. Untuk meningkatkan
tujuan masyarakat dan memajukan kualitas penghidupan masyarakat.
g. Untuk
mengembangkan kegembiraan (anthusiasme) dan membantu program hubungan sekolah
dan masyarakat di sekolah.
3. Fungsi dan peranan sekolah dalam
masyarakat.
Momentum
pembangunan manusia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia
seluruhnya dalam segala aspek kehidupan, adalah merupakan tugas yang sangat
berat yang diemban sebagian oleh masyarakat sekolah dewasa ini. Tugas berat ini kita tidak mampu
menghadapinya dengan melakukan kegiatan-kegiatan secara konvensional seperti
yang sedang berlangsung dewasa ini, tetapi sekolah harus mampu menyesuaikan
diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi, baik kurikulum mapun guru-gurunya.
Guru harus mampu merubah peranannya agar dapat menyesuaikan diri dengan
perkembangan masyarakat yang demikian pesat. Tentunya dengan perubahan peranan
otomatis yang terjadi adalah peningkatan pengetahuan, keterampilan, sikap atau
nilai yang sesuai pula dengan
dinamika perkembangan masyarakat tersebut, sebab masyarakat
membutuhkannya.
|
24
|
(a)
Fungsi Konservatif.
Sekolah bertanggung jawab dalam
memelihara dan mengembangkan kebudayaan serta norma-norma yang dianggap baik
dan diyakini kebenarannya, seperti
falsafah Negara Pancasila, way of life, melalui pendidikan di sekolah
agar anak-anak menjadi pendukung norma-norma untuk kemudian disebar-luaskan
kepada generasi berikutnya. Mengkonservasi berarti mengawetkan, melestarikan,
menyimpan dan memelihara serta melindungi keasliannya, sehingga masyarakat
sekolah dapat memiliki kepribadian
kuat dan budi pakerti yang luhur dalam membina dan mengembangkan
nilai-nilai hidupnya. Disini terletak tanggung jawab sekolah untuk memelihara
dan meneruskannya melalui kegiatan baik intrakurikuler, ekstrakulikuler maupun
kokulikuler.
Contoh yang dapat kita ambil, misalnya
pendidikan agama, berisikan ajaran-ajaran yang luhur bagi manusia sepanjang
masa, kewarganegaraan/PMP diajarkan untuk menjamin terus terpeliharanya
pancasila dihati bangsa. Begitu juga dengan pendidikan kesenian dan kesastraan,
pendidikan bahasa Indonesia, bahasa daerah dan lain-lain mata pelajaran yang
tepat mengkonservasi unsur-unsur kebudayaan yang kita anggap penting bagi
kehidupan generasi muda demi terwujudnya keutuhan wawasan nusantara kita yang
makin meningkat dimasa-masa mendatang.
|
25
|
(b) Fungsi Inovatif
Modernisasi telah menerobos masuk dalam
kehidupan manusia dari kota sampai ke pelosok pedesaan yang terpencil,
dimaksudkan untuk memperbaiki taraf hidup masyarakat pada umumnya. Sekolah
harus turut serta dalam proses modernisasi tersebut dengan mengkristalisasikan
norma-norma dan nilai-nilai kepribadian kita untuk dijadikan sebagai filter
terhadap modernisasi tersebut tanpa merusak prikehidupan bangsa kita yang
mendukung proses modernisasi tersebut. Disini dituntut agar sekolah harus
berorientasi kepada pembangunan dan kemajuan (development oriented and
progress-orientes) sehingga mampu menyiapkan tenaga kerja yang memiliki watak,
pengetahuan dan keterampilan untuk pembangunan bangsa dan negara (basic
memorandum).
Bagi guru dan tenaga pendidikan lainya
dituntut untuk memiliki wawasan (kompetensi) yang luas dibidang keguruan baik
kompetensi profesional (akademik) kompetensi personal, maupun kompetensi sosial
(kemasyarakatan) yang diharapkan dapat menjadi guru yang “agent of
modernization” dan “agent of innovation” dalam mengembangkan dan memajukan
pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, bangsa dan negara. Seperti
di negara yang telah maju, misalnya Jepang dan Jerman menjadi negara yang
modern dan tinggi peradabannya atas jasa guru-gurunya, dan hal ini bukan tidak
mustahil terjadi pula di Indonesia kalau fungsi inovatif dapat diterapkan
disekolah-sekolah
|
26
|
(c) Fungsi Selektif
Sekolah-sekolah kita di Indonesia
umumnya belum mampu melaksanakan fungsi selektif secara baik dalam menyalurkan
anak-anak keberbagai program belajar sesuai dengan bakat dan kemampuannya. Disamping itu, belum setiap
anak mendapat kesempatan akan tetapi karena ketidakmampuan ekonomi orang tua
membiayai pandidikan anaknya. Keadaan
ini sebagian daerah memaksa anak-anak meninggalkan bangku sekolah sebelum
mendapatkan bekal pendidikan yang cukup untuk memasuki dunia kerja yang layak
untuk hidupnya, juga sistem pendidikan kita belum mencapai tingkat yang
standard. Demikian pula sekolah-sekolah kejuaruan dan keguruan yang
mengembangkan bakat-bakat khusus sangat terbatas.
Dengan berbagai kendala yang dihadapi
dunia pendidikan dewasa ini, diperlukan tenaga bimbingan dan konseling yang
dapat mengembangkan fungsi selektif ini, yaitu menyeleksi siswa yang memiliki
bawaan tertentu (bakat-bakat khusus) untuk pekerjaan tertentu, pemilihan
jurusan yang tepat, jenis pendidikan yang sesuai program belajar yang seirama
dengan kemampuan dan karakteristik siswa dan fungsi selektif lainya. BK yang
baik diperlukan untuk menyalurkan anak-anak kedalam proses pendidikan yang
sesuai dengan bakat dan kemampuannya.
|
27
|
4. Metode Hubungan Sekolah dan Masyarakat.
Metode untuk
membina dan mengembangkan hbungan sekolah dan masyrakat dapat dilakukan dengan
melalui berbagai cara. Cara yang umumnya masih dianggap baik walaupun masih
bersifat tradisional, yaitu memberi penerangan/penjelasan/informasi kepada
masyarakat tentang program-program pendidikan di sekolah agar masyarakat
memperoleh gambaran yang jelas dan tepat tentang keadaan sekolah yang
sebenarnya. Teknik yang digunakan dalam pemberian informasi tersebut yang
umumnya ialah melalui:
(a)
Laporan pendidikan di sekolah kepada orang tua murid.
(b) Buletin sekolah yang terbitkan setiap bulan.
(c) Penerbitan surat kabar Suara Guru dan
Sekolah.
(d) Pameran sekolah yang disaksikan oleh masyarakat.
(e) Open house, yaitu
mengundang masyarakat untuk mengunjungi sekolah, dan sebaliknya.
(f) Melalui penjelasan yang diberikan oleh staf sekolah.
(g) Melalui siaran pendidikan (radio, TV).
(h) Melalui laporan tahunan.
(i) Organisasi perkumpulan alumni sekolah.
(j) Organisasi orang tua murid (BP3).
(k) Melalui kegiatan ekstrakulikuler.
(l) Gambaran keadaan sekolah melalui
murid-murid.
(m) Melalui rapat orang tua murid dan sekolah, dan sebagainya.
BAB III
KESIMPULAN DAN
SARAN
A.
Kesimpulan
Berdasarkan rumusan
masalah dapat disimpulkan bahwa ruang lingkup administarasi pendidikan dibagi menjadi
7, yaitu :
a. Bidang Administrasi Kurikulum
(Pengajaran)
b. Bidang Administrasi Kesiswaan (Murid)
c.
Bidang Administrasi Personal Sekolah
d. Bidang Administrasi Keuangan Sekolah
e. Bidang Administrasi Mateial (Perbekalan)
f. Bidang Administrasi Gedung Sekolah, dan
g.
Hubungan
Sekolah dan Masyarakat.
B.
Saran
Pengaturan
administrasi pendidikan di sekolah dasra sangatlah penting oleh karena itu,
sebaiknya semua pihak yang ada kaitanya dengan sekolah baik itu kepala sekolah,
tenaga ketata usahaan maupun tenaga pendidik hjarus memahami betul mengenai apa
saja yang menjadi ruang lingkup administrasi pendidikan agar administrasi
sekolah tersebut dapat dikelola dengan baik.
|
28
|
DAFTAR
PUSTAKA
Daryanto H.M., Administrasi Pendidikan, Jakarta.
Rineka Cipta. 2001
Burhanuddin, Yusak. Administrasi
Pendidikan, Bandung. Pustaka Setia. 200
www.
Google.com
|
29
|
Lucky Club Casino Site in Malta
BalasHapusLucky luckyclub Club Casino is one of the first to introduce a brand new casino game into online gaming space. The brand offers one of the most exciting Rating: 8/10 · Review by luckyclub.live